Selasa, 05 Oktober 2010

Sejarah Nyai Ageng Ngerang



Nyai Ageng Ngerang adalah seorang ulama wanita wali nukbah yang hidup semasa dengan Dewan Wali Songo yang menyebarkan agama islam di daerah Juwana,Lereng Muria dan daerah lereng pegunungan Kendeng Pati Selatan.Nama lengkapnya Nyai Siti Rohmah Roro Kasihan.Nyai Ageng Ngerang keturunan bangsawan kerajaan Majapahit dan mempunyai nasab dengan Nabi Muhammad Saw generasi ke 25 dari jalur keluarga Bani alawi Hadramaut.

Makam Nyai Ageng Ngerang terletak di pedukuhan Ngerang Desa Tambakromo kecamatan Tambakromo kabupaten Pati Jawa Tengah.Tepatnya terletak di kawasan Pati Selatan di bawah lereng Pegunungan Kendeng.Sekitar 18 km sebelah selatan kota Pati.

Makam Beliau dipelihara dan dikeramatkan serta dijaga dengan baik oleh masyarakat pedukuhan Ngerang.Dan terakhir kali makam beliau dipugar total sekitar tahun 1997 dan diresmikan pada tanggal 21 mei 1998 bertepatan dengan jatuhnya rezim presiden Soeharto.

Disekitar makam beliau terdapat petilasan-petilasan bersejarah Nyai Ageng Ngerang dalam menyebarkan agama islam.

Nama Pedukuhan Ngerang sendiri berasal dari kata nama sebutan beliau,karena Suami Beliau adalah seorang ulama yang berasal dari Ngerang Juwana yakni Ki Ageng ngerang I atau Syeh Muhammad Nurul Yaqin,yang disebut dengan nama Sunan Ngerang.

Silsilah Nyai Ageng Ngerang

Menurut beberapa catatan Babad Tanah Jawi,Serat Centhini dan berbagai sumber termasuk dari Keraton Surakarta hadiningrat nama asli beliau adalah Dewi Roro Kasihan .Nama lainnya yakni Nyai Siti Rohmah Roro Kasihan dan Nyai Juminah .Dan karena beliau menikah dengan Ki Ageng Ngerang maka beliau lebih dikenal dengan sebutan Nyai ageng Ngerang.

Beliau mempunyai tali lahir bathin dengan para sultan,para sunan dan guru besar agama yang bersambung pada Raja Brawijaya V,raja Majapahit Prabu Kertabumi yang memerintah pada tahun 1468-1478 dan pula bersambung dengan keturunan Bani Alawi Hadramaut yang mempunyai garis keturunan langsung dengan Nabi Muhammad Saw generasi ke 25.

Menurut Babad Tanah Jawi Prabu Kertabumi mempunyai banyak istri namun dalam catatan sejarah hanya beberapa istri yang mendapat perhatian sejarawan.Diantaranya dengan putri champa(negeri cermai)daerah kamboja dan mempunyai putra yang bernama Raden Patah,nama kecilnya jien Boen dan menjadi Raja pertama kerajaan Demak Bintoro.Dan Prabu Kertabumi yang terakhir menikah dengan Putri Wandan Kuning yang menurut sejarawan berkulit kehitaman yang berasal dari negeri Phandhan ,India.Dan dari pernikahan dengan Putri Wandan kuning inilah yang menurunkan Raja-raja di Tanah jawa.

Prabu Kertabumi menikahi Putri Wandan Kuning dan mempunyai satu putra yang bernama Raden Bondan Kejawan,nama lainnya Aryo Lembu Peteng dan Ki Ageng Tarub II.

Raden Bondan Kejawan dititipkan ayahnya sejak kecil di Ki Buyut Pati atau Ki Masharar.Dan setelah beranjak dewasa kemudian dititipkan dan berguru ke Ki Ageng Tarub.penitipan beliau ke Ki Ageng Tarub oleh ayahnya dengan harapan kelak keturunan Prabu Kertabumi dapat menjadi Raja yang mumpuni dan dapat beristri dengan keturunan kahyangan yang suci.

Menurut Babad Tanah Jawa Ki Ageng Tarub mempunyai istri seorang Bidadari kahyangan yang bernama Dewi Nawang Wulan.Dan kemudian mempunyai satu putri yang bernama Dewi Retno Nawang Sih.Dewi Nawang Sih kemudian dinikahkan dengan Raden Bondan Kejawan/Aryo Lembu Peteng dan mempunyai 3 putra yakni:Ki Ageng Wonosobo,Ki Getas Pendowo dan Nyai Ageng Ngerang.

Berikut Silsilah Nyai Ageng Ngerang:

*Nama asli: Dewi Roro Kasihan
*Nama lain: Nyai Siti Rohmah Roro Kasihan
*Nama lainnya: Nyai Juminah
*Nama Populer di masyarakat:Nyai Ageng Ngerang.
*Suami Beliau: Ki Ageng Ngerang I atau Sunan Ngerang atau Syeh Muhammad Nurul Yaqin.
*Ayah beliau:Raden Bondan Kejawan atau aryo Lembu Peteng.
*Ibu beliau:Dewi Retno Nawang Sih.
*Kakek nenek :Prabu Kertabumi Brawijaya V +Putri Wandan Kuning
*Kakek nenek :Ki Ageng Tarub + Dewi nawang Wulan,seorang bidadari kahyangan.
*Saudara kandung:Ki Ageng Wonosobo dan Ki Ageng Getas Pendowo.

*Keturunan Nyai Ageng Ngerang sbb:

#1.Roro Kinasih atau Nyi Ageng Selo II

Putri Nyai ageng Ngerang ini menikah dengan sepupunya sendiri yakni Ki Ageng Selo (seorang legendaris si penangkap petir),kemudian bernama Nyi Ageng Selo.Ki Ageng Selo adalah keponakan dan sekaligus menantu Nyai Ageng Ngerang.Nyi Ageng Selo mempunyai 6 putri dan Ki Ageng Henis.
Ki Ageng Henis berputra Ki Ageng Pemanahan.dan Ki ageng Pamanahan berputra Raden Sutawijaya yang bergelar Panembahan Senopati Mataram.

#2.Ki Ageng Ngerang II

Ki Ageng Ngerang II mempunyai putra yakni:Ki Ageng Ngerang III,Ki Ageng Ngerang IV,Ki Ageng Ngerang V dan Pangeran Kalijenar.

Ki Ageng Ngerang III menikah dengan Raden Ayu Panengah salah satu putri Sunan kalijaga da mempunyai putra yang bernama Ki Ageng Penjawi,yang juga disebut Ki Ageng Pati karena beliau mendapat hadiah dari Raja Pajang yakni tanah perdikan Pati yang sudah berbentuk wilayah .
sedang Ki Penjawi mempunyai 2 putra yakni Waskita Jawi atau Roro Sari yang menjadi permaisuri Panembahan Senopati Sutawijaya Raja pertama Mataram Islam dan kemudian bergelar Ratu Mas.Dan yang satu lagi bernama Wasis Joyokusumo dan bergelar adipati Pragola Pati.

Sunan Pakubuwono XII adalah keturunan Nyai Ageng Ngerang generasi yang ke 18 Dan Sunan Pakubuwono XIII yang sekarang dan Sultan Hamengkubuwono X adalah keturunan Nyai Ageng Ngerang generasi ke 19.
3.Roro Nyono
kisah hidupnya menjadi dengan legenda di masyarakat Pati.Roro Nyono menikah dengan Sunan Muria.Sunan Muria merupakan salah satu murid Sunan Ngerang.
4.Roro Pujiwati
Roro Pujiwat terkenal akan kecantikan dan kesolehannya.Namun kisah hidupnya sangat tragis karena terbunuh oleh pemuda yang ditolak cintanya karena tak bisa memenuhi persyaratannyauntuk mengambil pintu kaputren Majapahit dalam semalam.


Nyai Ageng Ngerang merupakan Pepunden atau Leluhur Pati,Kesunanan Surakarta Hadiningrat dan Kesultanan Yogyakarta.Nyai Ageng Ngerang diperkirakan hidup di abad XV,masa hidup beliau sangat panjang.Masa hidup beliau sezaman dengan para sunan dan para Wali Songo.Bahkan Padepokannya sering disinggahi para sunan dan para Wali Songo.Beliau menetap dan mendirikan padepokan (pesantren) di lereng pegunungan kendeng  Pati bagian selatan tepatnya pedukuhan  Ngerang desa Tambakromo Pati.

Setiap tanggal 1 suro atau 1 muharram Haul wafat beliau selalu dilaksanakan dengan meriah dan khidmat.Banyak yang menghadiri Haul Beliau dari masyarakat setempat dan luar daerah pelosok tanah air bahkan Para Punggawa Keraton Surakarta Hadiningrat setiap tahun turut menghadiri kirab haul beliau.Dan situs makam beliau dijadikan salah satu cagar budaya dan dimasukkan didalam kalender wisata tahunan pemerintah kabupaten Pati.

1 komentar:

  1. Terimakasih banyak AKI karna melalui jalan togel ini saya sekarang sudah bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya bahkan saya juga sudah punya warung makan sendiri hi itu semua berkat bantuan AKI JAYA yang telah membarikan angka 4D nya menang 275 jt kepada saya dan ALHAMDULILLAH berhasil,kini saya sangat bangga pada diri saya sendiri karna melalui jalan togel ini saya sudah bisa membahagiakan orang tua saya..jika anda ingin sukses seperti saya hubungi no hp O85-244-015-689 AKI JAYA,angka ritual AKI JAYA meman selalu tepat dan terbukti..silahkan anda buktikan sendiri. 2D 3D 4D 5D 6D

    BalasHapus